5 Tips Untuk Pengguna Jeepney Pertama Kali!

Jeepney adalah salah satu transportasi umum di Filipina yang paling murah.

Untuk jarak dekat Anda hanya perlu membayar 9 Peso dan akan bertambah semakin jauh jarak Anda.

Namun, mencoba menaiki jeepney pertama kalinya akan sedikit menakutkan dan membingungkan.

Rute jeepney seperti Angkutan Kota alias Angkot di Jakarta yang sulit untuk dimengerti oleh orang yang bukan penduduk setempat atau yang sudah terbiasa menaikinya dan sistem pembayaran benar-benar berbeda dari yang Anda pernah lihat.

Lalu ditambah cerita yang Anda dengar dari orang asing tentang bagaimana orang-orang dirampok atau dicopert di jeepney, dan Anda akhirnya hanya menggunakan Grab atau naik taksi di mana-mana.

Berikut ini adalah 5 tips untuk pengguna jeepney pertama kali!

1. Tanya lebih dahulu sebelum Anda naik jeepney

Di Filipina, selain pemberhentian terminal, jeepney akan berhenti di mana saja dan kapan saja penumpang ingin naik atau turun (ini berlaku untuk kebanyakan bus konvensional juga).

Dan jika Anda menemukan pemberhentian resmi, Anda tidak akan menemukan informasi tercetak apa pun di rute.

Ya, jeepney ditandai dengan nama tujuan, tetapi dengan semua dekorasi dan hiasan bling-bling yang mereka miliki, ditambah fakta bahwa nama tempat yang beberapa diantaranya lumayan panjang, itu bisa sulit untuk dibaca dan mencari tahu dalam 2,3 detik yang Anda miliki saat jeepney mendekat.

Jadi langkah pertama Anda dalam mengambil jeepney adalah untuk bersosialisasi.

Di jalan besar apa pun Anda akan melihat orang-orang berkumpul menunggu jeepney, terutama di area kantor.

Hanya minta bantuan orang lain.

Katakan kepada mereka ke mana Anda ingin pergi dan seseorang akan memastikan Anda mendapatkan jeepney yang tepat.

2. Pastikan seseorang tahu di mana Anda harus turun

Ini adalah hal yang sangat berguna untuk membiarkan seseorang tahu ke mana Anda pergi.

Cobalah duduk di dekat pengemudi, atau gunakan bantuan penumpang untuk memberi tahu Anda di mana harus turun.

Bahkan untuk pemberhentian besar seperti Ayala, Anda mungkin ingin turun di Mall Greenbelt, tetapi Anda sebenarnya harus turun di halte Ayala di EDSA.

Jika pengemudi atau penumpang yang ramah tahu ini, mereka akan memastikan Anda untuk turun di tempat yang tepat, bahkan jika Anda tidak tahu dan kelewatan dari tempat yang seharusnya.

3. Bawa uang kecil sebelum Anda menaiki jeepney

Jika Anda naik jeepney Рatau bahkan taksi Рdengan uang kertas pecahan 1000 Peso (sekitar 270 ribu rupiah), Anda  pastinya tidak akan menjadi orang paling populer di jeepney Рkecuali mungkin bagi para calon penipu atau pencopet.

Orang-orang yang biasanya naik jeepney adalah kelas pekerja. Bagi banyak dari mereka, sopir termasuk, uang pecahan Php 1000 mungkin setara dengan beberapa hari upah.

Jadi ketika Anda masuk jeepney, jangan berikan apa pun yang lebih besar dari 100 peso. Uang kertas pecahan 20 peso sangat ideal.

4. Bayad Po! dan Bayad Daw!

Ini bagian yang paling unik dan seru, Pembayaran! Kebanyakan jika Anda hanya menempuk jarak 4 hingga 5 Km maka Anda hanya akan membayar 9 Peso, tetapi ongkos perjalanan akan bertambah jika Anda bepergian ke tempat yang lebih jauh.

Jika Anda tidak duduk di bangku depan samping supir, Maka Anda harus mengoper uang Anda ke pengemudi dengan mengatakan (jangan berteriak) “Bayad Po!” (Bayar!).

Penumpang yang disamping Anda biasanya akan mengambil uang Anda dan memberikannya kepada pengemudi.

Pada saat ini, jika Anda tahu di mana Anda ingin turun dari jeepney, maka bilang juga nama lokasi Anda turun.

Ini akan membuat supir tahu di mana harus berhenti, dan juga biaya perjalanan yang Anda bayar mungkin lebih sedikit atau banyak jika Anda pergi jauh.

Jika Anda membayar untuk lebih dari satu orang, maka ketika uang tiba di pengemudi, panggil cukup keras agar pengemudi mendengar, “Dalawa!” Untuk dua orang, atau “Tatlo” untuk tiga orang.

Sopir akan memberikan kembalian (jika ada) dan mengopernya ke penumpang dibelakangnya kembali seperti waktu dia menerima uang tersebut

Dan ini adalah salah satu alasan bagus untuk duduk di bagian belakang ketika naik jeepney.

Anda akan ‘bekerja’ lebih sedikit.

Kalau Anda duduk di depan persis dibelakang supit, seperti yang kebanyakan turis lakukan, Anda sah menjadi ‘money changer’ yang resmi.

Dan bahkan dalam perjalanan singkat, bisa berarti BANYAK orang mengoper uang kepada Anda untuk diberikan kepada supir.

Jika Anda ada dalam situasi ini, maka Anda juga harus tahu kata “Bayad Daw” (pengucapan: Bayad Dao).

Artinya adalah ‘Bayar, katanya’ , jadi selain menjadi ‘money changer’ Anda juga akan menjadi ‘messenger’.

5. Pelajari Kode Morse

Saya hanya bercanda!

Anda tidak harus mengerti kode morse untuk naik jeepney!

Ketika Anda sampai ke tujuan Anda, sama seperti di Jakarta Anda bisa juga mengetok koin untuk memberi-tahu bahwa Anda ingin turun atau stop.

Anda mungkin tidak perlu melakukan ini jika Anda telah memberi tahu pengemudi di mana harus berhenti, tetapi tindakan mengetok koin ini akan mengesankan ke orang Filipina seberapa hebatnya Anda bisa berbaur dan masuk kedalam budaya mereka.

Atau Anda bisa menjadi lebih keren dengan berkata “Para Po!”

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *